Photobucket

Laman

Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2011

Kitab Spektakuler Karya Ibnul Muqri`

Oleh: R. Mh. Zidni Ilman NZ, S.Fils


Manusia tidak pernah berhenti berkreasi. Mulai dari karya yang sederhana hingga yang kompleks sekalipun. Abu Muhammad Isma'il ibn Abi Bakr ibn 'Abdillah al-Muqri` ibn Ibrahim ibn 'Ali ibn 'Athiyah al-Syafdari al-Syawiri al-Syarji al-Yamani al-Husaini al-Syafi'i al-Asawi atau yang lebih dikenal sebagai Ibnul Muqri` (754 H/1353 M - 837 H/1433 M) adalah salah seorang ulama yang membuktikan bahwa manusia dapat melakukan sesuatu yang luar biasa. Ulama asal Yaman ini menunjukkan kecerdasan dan kreatifitasnya dengan menyusun sebuah kitab hiperteks yang hampir mustahil dilakukan, 'Unwân al-Syaraf al-Wâfî fî 'Ilm al-Fiqh wa al-'Arûdh wa al-Târîkh wa al-Naĥwi wa al-Qawâfî.

Sekilas, kitab ini terlihat biasa-biasa saja. Sebuah kitab dengan pembahasan fiqh standar madzhab Syafi'i sama seperti kitab-kitab fiqh lainnya. Namun apabila dicermati lebih teliti, maka di dalamnya akan ditemukan empat kitab lagi yang tertulis secara vertikal (lihat pada gambar). Kitab pertama membahas tentang ilmu 'arudh (warna hijau tua), yakni ilmu yang membahas hal-hal yang bersangkutan dengan karya sastra, syair, dan puisi. Ilmu 'arudh memberitahukan tentang wazan-wazan (timbangan) syair dan tujuannya adalah untuk membedakan proses dalam puisi serta membedakan antara syair dan bukan syair.


Kedua (warna coklat muda), bercerita tentang sejarah pemerintahan kerajaan-kerajaan Yaman dan Syam (Bani Rasul) dari awa berdiri (626 H/1229 M) hingga kitab ini selesai dibuat (804 H/1401 M). Ketiga (warna hijau muda), tentang ilmu nahwu yakni ilmu pengetahuan yang membahas perihal kata-kata Arab, baik ketika sendiri (satu kata) maupun ketika terangkai dalam kalimat. Dengan kaidah-kaidah ini, orang dapat mengetahui baris akhir kata. Tujuannya adalah untuk menjaga kesalahan-kesalahan dalam mempergunakan bahasa, untuk menghindarkan kesalahan makna dalam rangka memahami al-Qur`an dan hadits, serta tulisan-tulisan ilmiah atau karangan. Dan terakhir (warna coklat tua) berbicara soal qawafi, sebuah ilmu yang membahas suku terakhir kata dari bait-bait syair sehingga diketahui keindahan syair.

Al-Sakhawi menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh Ibnul Muqri` ini dilatarbelakangi oleh hasratnya untuk menjadi qadhi (hakim) setelah al-Majd al-Syairazi (pengarang kamus al-Muhith). Al-Majd sendiri sebelumnya telah menulis sebuah kitab yang ia persembahkan untuk penguasa Yaman saat itu, Sultan al-Asyraf al-Tsani alias Isma'il ibn al-'Abbas. Keunikan kitab tersebut adalah pada setiap barisnya selalu diawali dengan huruf Alif. Hal ini kemudian mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari Sultan.

Oleh karenanya, Ibnul Muqri` sengaja membuat kitab unik lain yang nantinya akan ia persembahkan pula kepada Sultan al-Asyraf al-Tsani. Namun sayangnya, Sang Sultan meninggal terlebih dahulu (803 H) setahun sebelum masterpiece Ibnul Muqri` ini selesai dibuat (804 H). Akhirnya, ia mempersebahkannya kepada penerusnya yang merupakan putra Sultan al-Asyraf al-Tsani, yakni Sultan Ahmad al-Nashir.
»»  Baca selengkapnya...

Kehancuran Israel dan Geliat Palestina

Oleh: R. Mh. Zidni Ilman NZ, S.Fils


Isra Mi'raj merupakan peristiwa bersejarah dalam sejarah peradaban Islam. Itu adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Yerusalem, dilanjutkan dengan kenaikan beliau menuju Sidratul Muntaha, lalu kembali ke tempat semula dalam waktu yang begitu singkat. Sebuah kisah pertemuan seorang hamba dengan Penciptanya yang tidak akan terulang untuk kedua kalinya sampai kapanpun.

Anehnya, peristiwa langka ini dapat ditemukan dalam al-Qur`an hanya dalam satu ayat saja dan kurang dari 30 kata!

سُبْحَانَ الَّذِيْ أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَي الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِيْ بَرَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

"Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari al-Masjid al-Haram ke al-Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Mahamendengar lagi Mahamengetahui." (Q.S. Al-Isra [17] : 1)

Kehancuran Israel
Mengapa demikian? Mengapa ayat-ayat berikutnya justru bercerita tentang Bani Israil? Itulah pertanyaan besar yang terlintas dalam benak Bassam Nahad Jarrar, seorang penulis buku "Lenyapnya Israel di Tahun 2022 M; Ramalan al-Qur`an dan Otak Atik Gathuk" (judul asli: Zawâl Isrâ`îl) berkebangsaan Palestina. Menurutnya, tidaklah mungkin Allah swt menceritakan peristiwa agung ini dalam narasi yang sedemikian singkat dan lebih fokus pada peristiwa lain. Pasti ada rahasia yang tersembunyi di balik itu semua.

Penulis mencoba meneliti ayat 1-7 surat al-Isra. Di sana diceritakan bahwa Bani Israil akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali. Pada kerusakan yang pertama, mereka berhasil dihancurkan oleh pasukan yang lebih kuat hingga tercerai-berai. Setelah bersatu kembali, mereka kembali melakukan kerusakan untuk kedua kalinya yang juga berakhir pada kehancuran mereka.

Kapan kerusakan pertama dan kedua itu terjadi? Kerusakan pertama berlangsung tidak lama setelah kewafatan Nabi Sulaiman (935 SM), yakni ketika 12 suku Israil terpecah menjadi dua kubu. Sedangkan kerusakan kedua adalah pada saat israel mendirikan negara pada tahun 1948. Hal ini didasarkan pada makalah penulis Iraq bernama Syekh Muhammad Ahmad Arrosyid yang menceritakan seorang perempuan tua Yahudi yang datang kepadanya sewaktu negara Israel berdiri. Perempuan itu berkata, "Sesungguhnya berdirinya negara Yahudi ini akan menjadi sebab kebinasaan mereka."

Dari penelitian panjang dan njlimet dengan berdasarkan pada hitungan matematis, terutama pada perhitungan angka 19, hisab al-jummal (abajadun), dan perputaran komet Halley, tersebut akhirnya didapat kesimpulan bahwa Negara Israel akan hancur di tahun 2022 M. Inilah ramalan yang diungkapkan oleh Bassam Nahad Jarrar tentang kehancuran Negara Israel. Percaya atau tidak itu terserah Anda.

Geliat Palestina
Saat ini Palestina mulai menggeliat. Hal itu dapat terlihat dari proposal resmi yang mereka ajukan ke sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) melalui pemimpin otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, pada Jum'at, 23 September 2011, untuk keanggotaan penuh di PBB alias pendirian negara Palestina yang independen. Jika proposal ini diterima, maka Amerika dan Zionis Israel harus bersiap-siap menghadapi pengaduan atas berbagai kejahatan rezim mereka ke Pengadilan Internasional PBB (ICJ) dan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Untuk itu, mari kita dukung masyarakat Palestina untuk segera mendapatkan kebebasannya!
»»  Baca selengkapnya...

Komentar