Photobucket

Laman

Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2012

Berbagai Bentuk Pasir Setelah Diperbesar 110 Kali


Pasir adalah adalah sebuah kecil bagian dari sejarah bumi milyaran tahun yang lalu, bahkan ketika penciptaan bumi pertama kali, benda ini telah memenuhi bumi dan menjadi bagian awal mula munculnya kehidupan.

Pasir sendiri tercipta dari sisa-sisa ledakan gunung berapi, mengikis pegunungan, organisme mati, dan bahkan struktur buatan, pasir dapat mengungkap sejarah-baik biologi dan geologi-lingkungan lokal. Seorang ilmuwan bernama Gary Greenberg meneliti pasir lebih dalam, dan ternyata pasir dapat mengungkapkan warna yg spektakuler dari segi bentuk maupun teksturnya.

Berikut ini bentuk-bentuk pasir dalam bentuk 3D oleh Greenberg dengan menggunakan Mikroskop Edge 3D (pembesaran 110 kali), yang diambil dari kumpulan butiran pasir dari berbagai belahan dunia.











(Sumber)
»»  Baca selengkapnya...

Jumat, 13 Juli 2012

Kaidah Abjadiyyah

Untuk mempelajari huruf Hijaiyah tentu kita harus mengetahui terlebih dahulu huruf-hurufnya. Huruf Hijaiyah terbagi menjad 28 makhraj (pengucapan huruf). Jika selama ini kita mengenal susunan huruf Arab dari ALIF sampai YA (A-Ba-Ta-Tsa), itu adalah urutan huruf Arab yang sesungguhnya adalah ALIF sampai GHAIN (A-Ba-Ja-Dun atau disingkat ABJAD).

Perhatikan susunan huruf Hijaiyah di bawah ini:


Dalam ilmu hikmah yang akan kita pelajari, tentu saja urutan huruf Hijaiyah yang dipakai adalah Susunan Abjad atau disebut juga dengan istilah Kaidah Abjadiyyah. Dimana dalam kaidah Abjadiyyah ini, setiap huruf memiliki nilai numerik (angka).

Apa itu nilai numerik?

Angka yang kita kenal sekarang yaitu angka 1, 2, 3 dan seterusnya sebenarnya dikenal belum lama oleh manusia. Sebelum ada angka-angka tersebut (1,2,3 dst) orang melakukan penghitungan berdasarkan simbol atau karakter yang merepresentasikan sebuah angka.

Pada awalnya dijumpai angka-angka yang diucapkan dan angka-angka yang disimbolkan dengan jari tangan (diindikasikan oleh posisi tangan dan jari-jari). Bahkan sampai sekarang masih ada segolongan suku di Indonesia yang masih menggunakan metode ini, misalnya cara jual beli sapi di Madura.

Selanjutnya untuk pencatatan secara permanen dan penghitungan diperlukan apa yang disebut sebagai “NUMERAL” yang merupakan sebuah simbol atau karakter yang digunakan untuk mewakili sebuah bilangan. Misalnya, dalam sistim Romawi angka “SATU” disimbolkan (ditulis) dengan huruf “I”. Angka “LIMA” disimbolkan “V”, Sepuluh=X, Limapuluh=L, Seratus=C, Limaratus=D, dan Seribu=M. Bila kita menemukan tulisan Romawi misalnya “MCMLXXV” itu maksudnya adalah angka “1975”.

Jadi Nilai numerik adalah nilai yang melekat pada huruf-huruf atau simbol. Nilai numerik dari setiap huruf Arab dapat dilihat pada table di bawah.


Jika kita memperhatikan sistem angka, maka akan kita dapatkan beberapa fakta bahwa:
  • Angka-angka itu adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. 
  • Maka kita perlu mengulang angka-angka itu lagi untuk menjadi 10 (puluhan), 100 (ratusan), 1000 (ribuan). 
  • Misalnya, untuk membuat angka 10, kita memilih 1 dan 0 dari deretan digit tunggal (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9). 
  • Sehingga, angka 9 adalah angka digit tunggal terakhir. 
  • Sistem per-angka-an normal adalah tak terbatas. Kita seringkali menyebut angka ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, dan seterusnya. Namun tidak terdapat “satu angka besar ” yang dapat disebut sebagai angka terakhir yang setelah itu tidak ada lagi angka lain. 
  • Dari sinilah angka 9 digunakan sebagai digit terakhir, tanpa ulangan.
Kaidah Abjad dan nilai numerik ini dipergunakan untuk menghitung nilai suatu nama, Asma Allah dan ayat-ayat Al-Quran. Misalnya dalam bacaan wirid-wirid Asmaul Husnah kita sering menemui jumlah angka wiridnya.

Contoh: Asma Allah “AL KHOBIR” dibaca “Yaa KHOBIR” sebanyak 812 kali. “AL LATHIIF” dibaca “Ya Lathiif” sebanyak 129 kali, Kalimat Basmalah dibaca 786 kali dan sebagainya. Angka-angka tersebut didapat dengan cara dihitung (hisab) dengan kaidah Abjadiyyah. Simak penjelasan berikut ini.

Cara Menghitung (Hisab) Huruf Asma Al-Husna dan Ayat-ayat Suci

Contoh 1: Asma AL-KHABIR :


Kata Asma AL-KHABIR dipisahkan perhuruf, yaitu: alif – lam – kha – ba – ya – ra.

Huruf alif dan lam pada AL tidak dihitung, jadi yang dihitung kata dasarnya (KHABIR = KHA – BA – YA – RA).

Dari tabel Nilai Numerik Huruf Arab (Abjad) didapatkan:

Kha nilainya = 600

Ba nilainya = 2

Ya nilainya = 10
Ra nilainya = 200 +

Jumlahnya = 812

Contoh 2: Asma AL-LATHIF :


Contoh 3: BASMALAH :


Inilah rahasia bacaan “Bismillahirrohmanirrohim” secara masyhur dibaca 786 kali. Para ulama terdahulu menghitungnya berdasarkan Kaidah Abjadiyyah ini.

Demikianlah salah satu kegunaan dari Ilmu Huruf Kaidah Abjadiyyah ini, dan tentu saja dalam ilmu hikmah, kaidah ini masih banya aplikasi pemakaiannya, misalnya sebagai dasar ilmu menulis wafaq (rajah).

(sumber)
»»  Baca selengkapnya...

Jumat, 18 November 2011

Mengenal Rating dan Share Suatu Program TV

Istilah rating dan share bagi sebagian orang bukan hal yang baru. Selalu dikatakan hidup-mati sebuah program TV tergantung rating dan share yang diraih. Tetapi hanya sedikit yang memahami makna rating dan share, juga bagaimana rating dan share dihasilkan. Ukuran seperti apakah yang digunakan AGB Nielsen Media Research dalam melakukan penelitiannya? Metode seperti apakah yang dilakukan?

Khusus untuk TV, sebutannya Television Audience Measurement (TAM) yang dilakukan Nielsen di Indonesia dan 26 negara lainnya. Survey itu dirancang bagi pengiklan, agensi iklan, maupun pengelola TV untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik karakter penonton TV dan acuan tontonan TV di kota-kota besar Indonesia.

Sejak 1991, Nielsen Indonesia telah menyediakan laporan rating mingguan bagi stasiun TV dan pengiklan mengunakan Layanan Rating Harian (penonton sampel mencatat acara yang ditonton serta di kanal mana, di dalam buku harian yang disediakan). Hasilnya dikirimkan pada NMR yang kemudian mentransfernya ke komputer.


Tahun 1997, NMR beralih menggunakan Peoplemeter System untuk mengembangkan pengukuran yang lebih akurat menit per menit.. Metode Peoplemeter untuk memperoleh gambaran lebih akurat mencakup 5 kota besar (Jabodetabek, Surabaya, Medan, Semarang, dan Bandung). Pada 2002 di tambah Makassar. Pada 2003 ditambah Yogyakarta (termasuk Bantul dan Sleman) serta Palembang, 2004 (Denpasar), dan 2006 (Banjarmasin). Survey Nielsen mencakup populasi 49,5 juta penonton TV.

Sejak Maret 2007, Nielsen memberikan layanan laporan rating harian. Informasi detil sebuah program acara bisa langsung diketahui sehari setelah acaranya tayang. Rating harian juga mencakup 10 kota besar Indonesia.

Angka rating dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, misalnya saja durasi suatu program, program tandingan, kualitas gambar yang diterima di rumah, penonton yang ada (available audience), jadwal tayang, waktu-waktu insidentil, juga pola kebiasaan penonton di daerah-daerah tertentu.

Rating program tidak mencerminkan kualitas program. Rating adalah presentase dari penonton suatu acara dibandingkan dengan total atau spesifik populasi pada waktu tertentu. Yang diukur melalui rating ini kuantitas dan bukan kualitas suatu acara.

Rating = Jumlah penonton program A x 100 %
                         Populasi pemirsa TV

Dengan perhitungan rating yang menit per menit, panjangnya program mempengaruhi rating dari satu program. Misalnya program yang tadinya berdurasi 30 menit mempunyai rating 10. Ketika diperpanjang menjadi 60 menit, ratingnya turun menjadi 8 persen, dikarenakan angka pembagi yang semakin besar. 

Lantas, apakah share? Apa bedanya dengan rating? Share adalah persentase jumlah pemirsa atau target pemirsa pada ukuran satuan waktu tertentu pada suatu channel tertentu terhadap total pemirsa di semua channel.

Share = Program Rating x 100 %
                     Total Rating

Ada pula istilah Channel Share yakni persentase pemirsa TV di satu periode tertentu pada saluran TV. Rumus perhitungannya sebagai berikut:

Channel Share = Share x 100 % 
                          Total Pemirsa

Pada Channel Share yang dibandingkan bukan lagi acaranya, melainkan stasiun TV-nya.

Singkat kata, beda rating dan share yakni, angka rating menghitung jumlah penonton TV pada sebuah acara, sedang share menghitung persentase penonton TV di antara stasiun TV lain. Misal, jika ada 3 stasiun TV dengan populasi 10 ribu dan TV1 mempunyai angka penonton 2 ribu, TV2 seribu, dan TV3 seribu, maka rating TV1 20% dan share-nya 50%; TV2 rating 10%, share 25%; TV3 rating 10% dan share 25%. 

Dalam penentuan responden, NMR menggunakan metode Stratified Random atau acak bertingkat dan dikontrol berdasarkan kelas sosial ekonomi (SES) juga berdasarkan rumah tangga yang memiliki televisi. Klasifikasi SES AGB Nielsen Media Reserch Indonesia didasarkan pengeluaran pokok rutin bulanan rumah tangga seperti listrik, air, bahan bakar, makanan, ongkos sekolah, dll. Dan TIDAK termasuk pengeluaran tambahan seperti rokok maupun tagihan bulanan seperti tagihan rumah, mobil, kartu kredit, dll.

Dalam klasifikasi SES Nielsen terdapat kategirisasi berikut: A1 ( > Rp 3.5000.000), A2 (Rp 2.500.001-3.500.000), B (Rp 1.750.001-2.500.000), C1 (1.250.001-1.750.000), C2 (Rp 900.001-1.250.000), D (Rp 600.001-900.000), dan E (< Rp 600.000). 

Kriteria dari responden adalah pria dan wanita berusia 5 tahun ke atas, di rumah tangga yang memiliki televisi dalam keadaan baik. Metodologi survey kepemirsaan TV ini harus dilaksanakan sesuai dengan Global Guidelines for Television Audience Measurement (GG TAM) dan Nielsen TAM Gold Standard Worldwide yang diterapkan di negara-negara lain di seluruh dunia.

Sistem survei yang digunakan dengan alat Peoplemeter. Setiap responden yang terpilih akan dipasang alat itu di televisi mereka, yang dapat mendeteksi frekuensi TV. Alat ini terdiri dari handset yang berbentuk seperti remote control yang sudah diprogram untuk mencatat setiap anggota rumah tangga yang ada.

Jika salah satu anggota keluarga akan menonton suatu acara, mereka cukup menekan tombol khusus di handset yang sudah ditentukan. Setiap selesai menonton penonton harus memencet lagi tombol pertama. Dengan menggunakan metode Peoplemeter ini, margin of error dalam penghitungan data Nielsen berada di bawah 5 persen.

Secanggih apa pun metode penghitungan rating dan share yang dilakukan Nielsen, tentu saja tidak selalu memuaskan bagi pelaku bisnis televisi maupun masyarakat. Karena rating dan share tidak mengukur kualitas, banyak acara yang sebetulnya baik tapi karena ratingnya jeblok harus dihentikan.

Yah mau bagaimana lagi, bagi stasiun TV, angka rating sudah jadi panglima.

»»  Baca selengkapnya...

Senin, 14 November 2011

Program Sahabat Jauh: Numpang Akting di AstroTV

Republika: Sabtu, 09 Februari 2008


Pagi itu Prahara akan menjenguk dua orang sahabat jauhnya di Pondok Buntet Pesantren yang terletak sekitar 45 menit dari Kota Cirebon, Jawa Barat. Layaknya teman yang lama tak jumpa, Prahara pun terlihat sangat berbahagia bertemu Zidni yang mengenakan sarung, baju koko, dan berkopiah ketika menyambutnya di depan sebuah rumah di komplek asrama Pondok Pesantren Buntet. ''Assalamualaikum, apa kabar sahabat,'' ujar Prahara pada Zidni.

''Waalaikumussalam, alhamdulillah kabarku baik,'' jawab Zidni. Pertemuan sederhana itu adalah sepenggal adegan program Sahabat Jauh garapan rumah produksi Double Vision yang akan tayang di Astro Oasis. Kali ini untuk edisi Cirebon, Sahabat Jauh sudah memasuki episode 45 dari 52 epiosde yang akan diproduksi.

Seperti namanya, tayangan selama 30 menit setiap hari Jumat yang dimulai pukul 21.00 WIB ini memang mengambil tema sahabat. Para sahabat yang muncul pun sahabat yang cukup spesifik, yaitu sahabat yang mondok di pesantren-pesantren yang ada di sekitar Pulau Jawa. ''Untuk 52 episode ini kami memang fokus ke daerah sekitar Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta kawasan lain seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi,'' ujar di sela-sela shootingyang berlangsung di Pondok Buntet Pesantren itu.

Dalam proses pengambilan adegan kali ini, sejumlah kegiatan unik di Pondok Buntet Pesantren masuk juga dalam episode ke-45 ini. Seperti kegiatan memandikan jenazah yang menjadi salah satu mata pelajaran pokok di pesantren ini. ''Meski tak selalu memandikan jenazah, di pesantren ini kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan dan setiap siswa bisa melakukannya,'' ujar Zidni yang berperan menjadi sahabat Prahara kali ini.

Ganti Kostum
Dalam kisah ini, Prahara adalah seorang mahasiswa yang sedang berkelana menggunakan berbagai jenis alat transportasi. Sebagian besar, ujar Yudi Agustia selaku asisten produser, menggunakan transportasi umum seperti bus maupun mobil kecil yang khas ala mahasiswa.

Tapi, alat transportasi seperti becak atau ojek turut digunakan Prahara untuk menjangkau pesantren yang akan ia tengok. ''Ya terkadang pesantren yang kita tuju tak dilewati angkutan umum. Jadilah, becak atau ojek yang kita pakai sebagai alat transportasi Prahara,'' ujar Yudi.

Untuk perannya ini, Prahara yang datang dengan pakaian kasual seperti celana jeans, kaos, dan jaket pun harus berganti kostum untuk menyesuaikan. Seketika, pakaian yang ia simpan dalam ransel seperti sarung, baju koko, dan kupluk langsung dikenakan.

Untuk menyiasati pergantian pakaian host agar tak terlihat kaku, tim kreatif biasanya mengganti pakaian Prahara bersamaan dengan waktu shalat seperti saat Dzuhur atau shalat Jumat. ''Saya biasanya berganti baju ketika akan shalat Dzuhur,'' papar Prahara. Dengan sarung dan baju koko inilah, Prahara membawakan acara selama di dalam pesantren.

Sosok Prahara dianggap pas sebagai host dengan alasan khusus. ''Kami memang memilih host laki-laki karena faktor fleksibilitas,'' tutur Henry.

Bagi Henry, ada kemudahan tersendiri bila host acara ini berjenis kelamin laki-laki di antaranya keleluasaan ketika memasuki kawasan pesantren.

Selain itu, host yang memiliki tinggi 177 sentimeter ini dianggap memiliki latar belakang yang cukup sebagai host acara religius. Terlebih, Prahara terbilang sangat kooperatif dengan citra pribadi yang baik, serta penguasaan keislaman yang cukup.

Selama shooting, Prahara sendiri mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Pengalaman menjadi host sebuah tayangan infotainment dan juga menjadi pemeran dalam sejumlah sinetron boleh jadi amat membantu beradaptasi di depan kamera.

Justru Prahara sempat mengalami pengalaman unik ketika shooting Sahabat Jauh. Misalnya, ketika shooting di sebuah pesantren di wilayah Tangerang, Prahara cukup bingung saat harus mengikuti kegiatan sehari-hari para santri yang memerah susu. ''Awal saya memegang puting sapi yang diperah, saya merasa aneh. Begitu saya berusaha memencetnya, susu tak kunjung keluar,'' papar Prahara.

Ternyata, teknik yang Prahara lakukan salah. Begitu bisa keluar, susunya memancar ke arah muka Prahara. Akhirnya, untuk scene memerah susu pun harus diulang lebih dari tiga kali dengan angle yang sama. Ada juga kejadian yang cukup membuat waswas para kru saat mengambil adegan di tanah persawahan Bekasi. Prahara yang ikut kegiatan menanam padi rela bermandikan lumpur. Namun, kru khususnya para penata kamera harus amat hati-hati menjaga kameranya agar tak jatuh ke sawah.

Maklum saja, tanah tempat tripod dipijak sangat labil dan basah. Alas berupa papan kayu digelar di atas tanah untuk membantu tripod menopang. Tim produksi pun mengambil inisiatif lain dengan melakukan pengambilan gambar dengan pola zoom in.

Hal serupa juga terjadi saat mengambil gambar di sebuah dapur umum, tempat untuk memasak makanan para santri di sebuah pesantren di wilayah Bekasi. ''Hampir tiap kali take gambar, uap memasak menghalangi ketajaman gambar,'' ujar Yudi. Akhirnya, sang penata kamera menyiasati dengan mengambil gambar saat sedang tidak menggoreng atau merebus yang mengeluarkan banyak asap.

Di Cirebon, proses shooting terbilang lancar. Sejak pagi, Prahara dan kru yang berjumlah sekitar sembilan orang itu sudah menyambangi empat lokasi. Berawal dari shooting yang menggunakan dua kamera 30 milimeter itu di Terminal Cirebon, mereka pun bergerak ke sebuah sekolah perawat. Setelah itu barulah mereka beramai-ramai naik bus dalam kota menuju Pondok Buntet Pesantren dan sempat pula menyambangi para sesepuh pesantren. Dari sana, mereka mendatangi asrama santri.

Tak terasa, hari beranjak sore. Masih ada satu lokasi yang harus diselesaikan, yaitu makam pendiri Pondok Buntet yang memiliki nilai sejarah di sekitar Cirebon. Tanpa jeda, mereka langsung bergerak menuju lokasi. Hari itu juga berakhirlah episode Cirebon.

Santri Grogi
Dalam setiap episode, Prahara menemui sahabatnya yang tinggal sementara di pesantren. Dikisahkan, Prahara mengenal sahabatnya itu melalui internet yang kemudian berlanjut dengan komunikasi lewat telepon seluler yang berujung pada pertemuan.

Lantaran mereka itu bukan sosok yang dikenalnya sejak lama, sahabat-sahabat Prahara yang ada dalam Sahabat Jauh sangat beragam. Tidak melulu para siswa dari tingkat madrasah, tsanawiyah, atau aliyah, namun bisa juga guru atau pegawai yang bekerja di lingkungan dalam pesantren.

Tak jarang sahabat-sahabat yang hadir memiliki keahlian khusus. Misalnya, mereka sangat memahami sejarah dan pengetahuan Islam maupun punya keterampilan lain seperti kaligrafi. Usia para sahabat Prahara pun bermacam-macam. Ada yang lebih muda dengan usia 20 tahun atau lebih dari 30 tahun, perempuan maupun laki-laki.

Sahabat-sahabat baru Prahara ini jumlahnya hampir 100 orang. Dalam tiap tayangan, Prahara menemui paling tidak dua orang sahabat --satu sebagai pemeran sahabat utama dan satu lainnya sebagai sahabat penghubung ke pemeran sahabat utama.

Lantaran sebagian besar 'sahabat' Prahara itu adalah orang biasa yang tak pernah tampil di depan kamera, mereka pun menghadapi masalah klasik: Grogi.

Padahal, saat membaca naskah sebelum shooting berlangsung mereka sudah lancar menghafal dialog, rupanya situasi berbeda muncul ketika kamera menyala.

Seperti pada pengambilan adegan antara Zidni dan Prahara, seorang penata kamera harus mengambil ulang adegan bersalaman lantaran Zidni grogi mengucapkan salam.

Hal itu, kata pria bernama lengkap Muhammad Prahara ini, biasa terjadi dan sangat bisa dimaklumi. Untuk menghilangkan grogi sang sahabat dan melakukan penyesuaian diri dengan sahabat baru yang memiliki latar belakang berbeda, Prahara biasanya sempat ngobrol dulu beberapa hari sebelum shooting.

Bila jadwalnya amat padat, proses adaptasi pun terpaksa dilakukan beberapa jam sebelum shooting. ''Ya, saya berusaha berbincang layaknya bicara dengan teman saya, santai, enjoy, dan banyak bercanda. Ini agar mereka saat shooting juga rileks dan tak kaku,'' papar Prahara.

Selain pendekatan dengan sahabat seraya mendalami naskah, Prahara pun sudah mempelajari materi yang akan dibawakan jauh hari sebelum shooting. Bahkan, kira-kira dua minggu sebelumnya. Maklum, hal ini dilakukan lantaran banyak kosa kata Islam yang cukup asing di telinga Prahara. ''Jadinya, aku harus mempelajari dengan seksama dan rajin bertanya jika menemukan kosa kata yang belum pernah aku temui biar tidak salah pengucapannya,'' tambah Prahara.

Bernilai Sejarah
Mengapa pesantren? Pertanyaan inilah yang menggelitik ketika menyaksikan program Sahabat Jauh. Rupanya, potret institusi pendidikan Islam dalam bentuk pesantren masa kini sudah terkenal di mancanegara. ''Indonesia sangat terkenal dengan pesantrennya. Kami pun ingin mengangkatnya agar kegiatan pesantren ini lebih diketahui oleh masyarakat Indonesia khususnya sehingga tak kalah populer dengan intitusi pendidikan lain,'' ujar Dewi Fadjar, direktur program Astro Indonesia, seperti dikutip dalam siaran pers.

Henry pun mengungkapkan, di Pulau Jawa banyak pesantren yang cukup menarik. Untuk Jawa Barat dan Jawa Tengah termasuk Jakarta sudah ada terdata sedikitnya 1.000 pesantren.

Untuk memilih pesantren yang akan ditengok oleh Prahara, tim produksi Double Vision Indonesia pun melakukan serangkaian riset. Diawali dengan melakukan browsing di internet, tim produksi juga meninjau langsung lokasi puluhan pesantren sebelum akhirnya memilih sekitar 50-an pesantren yang akan diangkat dalam tayangan program.

Respons yang diberikan oleh para institusi pendidikan agama yang dikenal dengan pondok pesantren juga cukup bagus. Bahkan, beberapa pesantren melayangkan surat permohonan untuk menjadi salah satu pondok pesantren yang akan ditengok oleh Prahara dalam Sahabat Jauh, papar Henry. Namun, Double Vision Indonesia cukup selektif dalam memilih pondok pesantren. Pemilihan itu bisa saja dari nilai sejarahnya ataupun kegiatan-kegiatan unik yang dimiliki masing-masing pesantren. Seperti pada Pondok Buntet Pesantren. Nilai sejarah pesantren ini terletak dari tahun berdirinya. Pondok Buntet Pesantren didirikan oleh Mbah Muqoyyim yang masih keluarga Kesultanan Cirebon pada tahun 1758. Pesantren yang sudah sangat tua. Di salah satu komplek pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Astanajapura ini juga berdiri cukup megah sebuah masjid dengan pilar kayu jati yang tetap kokoh dibangun oleh Sunan Gunung Jati.

Adanya nilai sejarah tersebut, menurut Henry Sastrawijaya, marketing executive Double Vision Indonesia, bisa memberikan wawasan baru bagi penontonnya. ''Sehingga tayangan yang bersifat religi ini kami harap bisa menjadi sarana penambah pengetahuan bagi yang menonton. Bukan hanya tontonan yang sifatnya hanya menghibur,'' ujar dia.

»»  Baca selengkapnya...

Dua Puluh Empat Syarat Menjadi Atlantis: Mungkinkah Indonesia?

Berikut 24 syarat Atlantis (di mana saja di seluruh dunia) hasil kesepakatan para peneliti Atlantis dari 15 negara yang berkumpul di Pulau Milos, Yunani, dari 11 hingga 13 Juli 2005. Mereka bertukar pikiran mengenai keberadaan Benua Atlantis.

Selama konferensi dengan judul “Hipotesis Atlantis – Mencari Benua yang Hilang”, para spesialis dalam bidang arkeologi, geologi, volkanologi, dan ilmu-ilmu lain memperesentasikan pandangannya tentang keberadaan Atlantis, waktu menghilangnya, penyebabnya, dan kebudayaannya.

Berdasarkan kepada tulisan Plato, peserta konferensi akhirnya setuju pada 24 kriteria yang secara geografis harus memenuhi persyaratan keberadaan lokasi Atlantis, yaitu:
  1. Metropolis Atlantis harus terletak di suatu tempat yang tanahnya pernah ada atau sebagian masih ada.
  2. Metropolis Atlantis harus mempunyai morfologi yang jelas berupa selang-seling daratan dan perairan yang berbentuk cincin memusat.
  3. Atlantis harus berada di luar Pilar-pilar Hercules.
  4. Metropolis Atlantis lebih besar dari Libya dan Anatolia, dan Timur Tengah dan Sinai (gabungan).
  5. Atlantis harus pernah dihuni oleh masyarakat maju/beradab/cerdas (literate population) dengan ketrampilan dalam bidang metalurgi dan navigasi.
  6. Metropolis Atlantis harus secara rutin dapat dicapai melalui laut dari Athena.
  7. Pada waktu itu, Atlantis harus berada dalam situasi perang dengan Athena.
  8. Metropolis Atlantis harus mengalami penderitaan dan kehancuran fisik parah yang tidak terperikan (unprecedented proportions).
  9. Metropolis Atlantis harus tenggelam seluruhnya atau sebagian di bawah air.
  10. Waktu kehancuran Metropolis Atlantis adalah 9000 tahun Mesir, sebelum abad ke-6 SM.
  11. Bagian dari Atlantis berada sejauh 50 stadia (7,5 km) dari kota.
  12. Atlantis padat penduduk yang cukup untuk mendukung suatu pasukan besar (10.000 kereta perang, 1.200 kapal, 1.200.000 pasukan).
  13. Ciri agama penduduk Atlantis adalah mengurbankan banteng-banteng.
  14. Kehancuran Atlantis dibarengi oleh adanya gempa bumi.
  15. Setelah kehancuran Atlantis, jalur pelayaran tertutup.
  16. Gajah-gajah hidup di Atlantis.
  17. Tidak mungkin terjadi proses-proses selain proses-proses fisik atau geologis yang menyebabkan kehancuran Atlantis.
  18. Banyak mata air panas dan dingin, dengan kandungan endapan mineral, terdapat di Atlantis.
  19. Atlantis terletak di dataran pantai berukuran 2000 X 3000 stadia, dikelilingi oleh pegunungan yang langsung berbatasan dengan laut.
  20. Atlantis menguasai negara-negara lain pada zamannya.
  21. Angin di Atlantis berhembus dari arah utara (hanya terjadi di belahan bumi utara).
  22. Batuan Atlantis terdiri dari bermacam warna: hitam, putih, dan merah.
  23. Banyak saluran-saluran irigasi dibuat di Atlantis.
  24. Setiap 5 dan 6 tahun sekali, penduduk Atlantis berkurban banteng.
Dari 24 syarat di atas, mungkinkah Atlantis berada di Sundaland? Di Indonesia? Silakan pertimbangkan sendiri.

»»  Baca selengkapnya...

Benarkah Einstein Seorang Muslim?

Albert Einstein sejak lama diduga menganut Judaisme, agama kaum Yahudi. Namun, ada klaim yang menyatakan ilmuwan nyentrik itu sebenarnya adalah Muslim. Mana yang benar?

Klaim yang beredar di blog-blog Tanah Air ini menyebutkan adanya dokumen rahasia yang berisi surat-surat Einsten. Surat tersebut menunjukkan, ilmuwan kelahiran Jerman penemu teori relativitas ini, menganut Islam Syiah Imamiyah.

Berdasarkan laporan situs mouood.org, pada 1954, Einstein menyurati marji besar Syiah kala itu, Ayatollah Al Udzma Sayid Hossein Boroujerdi. “Setelah berkorespondensi dengan anda, saya menerima agama Islam dan mazhab Syiah 12 Imam,” tulis Einstein.

Einstein menjelaskan, Islam lebih utama ketimbang agama lain. Serta menyebutnya paling sempurna dan rasional. Ia bahkan menyatakan seluruh dunia takkan mampu membuatnya kecewa terhadap Islam maupun meragukannya.

Dalam makalah terakhirnya, ‘Die Erklarung’ (Deklarasi) yang ditulis pada tahun tersebut di Amerika Serikat (AS), Einstein dalam bahasa Jerman menelaah teori relativitas dalam ayat-ayat Al Quran dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib dalam kitab Nahjul Balaghah.

Einstein menyebut penjelasan Imam Ali tentang mimpi perjalanan Mi’raj jasmani Nabi Muhammad ke langit dan alam malaikat yang hanya dilakukan dalam beberapa detik, sebagai penjelasan Imam Ali yang paling bernilai.

Ada sebuah hadis yang disadur Einstein dan menjadi andalannya. Yakni diriwayatkan oleh Allamah Majlisi tentang Mi’raj jasmani Rasulullah SAW. “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi menyentuh sebuah berisi air yang menyebabkan air tumpah.”

“Setelah Nabi kembali dari mikraj jasmani, setelah melalui berbagai zaman, beliau melihat air masih dalam keadaan tumpah di atas tanah.” Einstein melihat hadis ini sebagai khazanah keilmuan yang berharga.

Terutama karena menjelaskan keilmuan para Imam Syiah dalam relativitas waktu. Menurut Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani, berbanding terbalik dengan formula terkenal relativitas materi dan energi. Yakni E=M.C >> M=E:C.

Artinya, sekalipun badan kita berubah menjadi energi ia dapat kembali hidup seperti semula. Naskah asli risalah ini tersembunyi dalam safety box rahasia di London, Inggris, di tempat penyimpanan Prof. Ibrahim Mahdavi, dengan alasan keamanan.

Risalah ini dibeli Mahdavi seharga US$3 juta dari pedagang Yahudi. Ia juga dibantu seseorang yang bekerja di pabrik mobil Mercedes Benz. Tulisan tangan Einstein di buku kecil itu telah dicek lewat komputer dan dibuktikan keasilannya oleh pakar manuskrip.

Perdebatan agama Einstein telah sekian lama dipelajari karena pernyataan sang ilmuwan sendiri juga sering ambigu. Ia dikabarkan mempercayai Judaisme, agama yang berakar dari filsuf Belanda Baruch de Spinoza. Namun, tak menganut konsep Tuhan yang Maha Esa.

Adapun pemikiran Spinoza yang terkenal adalah ajaran mengenai Substansi tunggal Allah atau alam. Baginya, Tuhan dan alam semesta adalah satu dan Tuhan memiliki bentuk, yakni seluruh alam jasmaniah. Aliran ini disebut panteisme-monistik.

Terkait keyakinan yang dianutnya, Einstein sempat mengatakan, “Saya tak mempercayai Tuhan secara personal dan selalu menyatakan hal ini dengan jelas. Jika ada sesuatu dalam saya yang bisa dibilang relijius, maka itu kekaguman saya terhadap struktur dunia yang sejauh ini bisa diungkap sains,” tegasnya.

Jadi, sudah bisa ditarik kesimpulannya bukan?

»»  Baca selengkapnya...

Sabtu, 12 November 2011

Rahasia Dibalik No. KTP Indonesia

Bagi anda yang telah berumur 17 tahun atau lebih pasti anda sudah memiliki atau paling tidak telah mengetahui apa itu KTP (Kartu Tanda Penduduk). Tapi mungkin kebanyakan dari anda belum mengetahui kalau hanya dari nomor yang terdapat di KTP anda, dapat menunjukkan dengan pasti dimana anda tinggal, jenis kelamin anda dan tanggal lahir anda. Nomor KTP, disadari ataupun tidak, merupakan nomor yang begitu penting bagi warga Indonesia.

Mungkin nomor KTP anda lebih penting bila dibandingkan nomor rekening bank anda. Tiap ada formulir yang mesti diisi biasanya ada kotak tempat pengisian nomor KTP, entah itu formulir untuk penggantian kartu ATM, membuka rekening bank, membuat SIM ataupun formulir yang lain. Singkatnya, nomor KTP sangat penting bagi kita semua sebagai warga Negara Indonesia.
Dan ternyata di balik nomor KTP itu ada artinya loh. Nomor KTP yang kita miliki mempunyai 16 digit nomor yang tersusun sebagai berikut :


PPKKCC.HHBBTT.RRRR

Keterangan Nomor KTP:
PP adalah nomor kode Provinsi tempat dimana diterbitkannya KTP.
KK adalah nomor kode Kabupaten/Kota tempat dimana diterbitkannya KTP.
CC adalah nomor kode Kecamatan tempat dimana diterbitkannya KTP.
HH adalah tanggal hari lahir dari pemilik KTP.
BB adalah bulan lahir dari pemilik KTP.
TT adalah tahun lahir dari pemilik KTP.
RRRR adalah nomor registrasi yang tertera saat pengajuan pembuatan KTP (Register Number).

Nomor kode wilayah diambil berdasarkan sistem klasifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Jadi misalkan, bila anda mengajukan permohonan pembuatan KTP di kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Maka 6 digit pertama pada nomor KTP anda adalah 317302. Dimana angka 31 menunjukkan kode wilayah Provinsi D.K.I. Jakarta, selanjutnya angka 73 menunjukkan kode wilayah Kota Jakarta Pusat dan angka 02 menunjukkan kode wilayah Kecamatan Menteng. 6 digit selanjutnya yang bertanda HHBBTT adalah tanggal, bulan dan tahun lahir dari pemegang KTP.

Untuk 2 digit HH yang menunjukkan tanggal kelahiran terdapat sedikit perlakuan khusus. Bila pemegang KTP adalah wanita maka tanggal lahirnya akan ditambahkan dengan 40. Alasan ditambahkan angka 40 adalah agar memberi perbedaan yang jelas.

Misal : jika seorang perempuan yang lahir di tanggal 5 maka akan tertera di di NIK nya adalah 45. Kenapa? Supaya tidak terjadi kerancuan dan dapat membedakan laki laki dan wanita. Kenapa harus 40, karena angka genap terdekat diatas angka 31 (tanggal maksimal pada kalender).

Misalnya : Jika ditambahkan dengan angka 20 maka perempuan yang lahir pada tanggal 5 akan menjadi 25 yang akan rancu dengan seorang laki-laki yang lahir pada tanggal 25. Sedangkan angka yang diambil untuk bagian TT adalah 2 digit terakhir dari tahun kelahiran pemegang KTP.
Contoh : Bila si pemegang KTP lahir pada 17 Agustus 1975 maka enam digit HHBBTT akan tertulis dengan angka 170875 (laki-laki) dan 570875 (perempuan).

Empat digit terakhir bertanda RRRR adalah nomor registrasi. Ini adalah nomor yang tertera saat pengajuan pembuatan KTP. Nomor inilah yang menjaga agar tidak ada 2 orang yang yang tinggal di daerah yang sama serta memiliki jenis kelamin dan tanggal lahir yang sama mempunyai nomor KTP yang sama. Jadi kalau misalnya setelah si A terdaftar, ternyata ada orang lain lagi di Kecamatan tersebut yang ternyata mempunyai tanggal, bulan dan tahun yang sama persis dengan si A dan berjenis kelamin yang sama pula maka dia akan mempunyai nomor registrasi yang berbeda untuk membedakannya dengan si A.
»»  Baca selengkapnya...

Selasa, 01 November 2011

Bayi-bayi ke-7 Miliar di Dunia

Menurut PBB, Senin (31/10/2011) menjadi tanda sebuah tonggak baru populasi umat manusia di dunia terjadi. Jumlah umat manusia di dunia akan melebihi 7 miliar jiwa, mulai hari ini.

Seperti dilansir Time, para pejabat PBB menganugerahkan kehormatan simbolik kepada seorang bayi menandai manusia ketujuh miliar di dunia kepada Danica Camacho. Bayi mungkil ini lahir di Manila, Filipina. Camile Galura, nama manusia ketujuh miliar ini yang kepadanya dirayakan lahirnya sejarah baru dunia.

Time juga mencatat manusia ketujuh miliar adalah bayi yang juga lahir Senin (31/10/2011) di Louisville, Colorado, Amerika Serikat. Cin demikian nama bayi yang berada dalam dekapan hangat Miran ibunya, yang lahir di rumah sakit Advent Avista di Louisville, Colorado dekat Denver pada pukul 02:41 waktu setempat.

Selain itu, di Hefei, China, juga tercatat para perawat menunjukkan bayi baru lahir di sebuah rumah sakit di Hefei, provinsi Anhui, Cina, pada hari yang sama.

Pun demikian dengan bayi yang lahir di Tegucigalpa, Honduras. Tampak seorang dokter anak mengukur kepala Linda Abigail, anak ketiga dari Lourdes Suyapa Rodriguez, setelah ia lahir pukul 00.20, di Escuela rumah sakit di Tegucigalpa, Honduras.

Demikian pula di Karachi, Pakistan. Ibu Sakeena Khatoon juga baru saja melahirkan bayinya yang lahir pada Senin 31 Oktober 2011 di sebuah rumah sakit lokal di Karachi, Pakistan.

Lebih lanjut juga di Kolombo, Sri Lanka, tampak orangtua dan kerabat memegang bayi yang baru lahir di Castle, rumah sakit di Kolombo, Sri Lanka, Senin, 31 Oktober, 2011. Bayi itu bernama, Oishee.

Di Moskow, Rusia, seorang bayi juga terlihat baru dilahirkan di pusat kota Moskow. Sama pula dengan bayi yang lahir pada hari yang sama di kota Mal, India. Bayi itu adalah anak Vinita Yadav, 23 tahun. Tampak sang ibu memegang bayinya bernama Nargis, bayi perempuan, yang lahir pada pukul 07:20 waktu setempat, di pinggiran kota Lucknow, India utara, 31 Oktober 2011.

Tbilisi, Georgia juga menjadi kota sejarah dimana Seorang ibu melahirkan bayinya di sebuah rumah sakit bersalin di Tbilisi, Georgia, 31 Oktober 2011.

Di kota Ankara, Turki, PBB juga merilis foto seorang anak bayi yang baru lahir di Turki. Bayi tersebut bernama Yusuf Efe, lahir di Rumah Sakit Bersalin Tahir Burak di Ankara Zekai, Turki, Senin pagi, 31 Oktober 2011.

»»  Baca selengkapnya...

Komentar